Uji statistik parametrik hanya dapat digunakan apabila persyaratan analisis atau asumsi analisis data yang akan diuji sudah terpenuhi/teruji. Seperti pada posting sebelumnya, persyaratan analisis statistik parametrik antara lain data terdistribusi normal dan homogen. Apabila distribusi data tidak normal maka uji statistik menggunakan uji statistik non parametrik.
Pada dasarnya uji statistik parametrik dan non parametrik dibedakan menjadi dua, uji komparasi dan uji asosiatif. Uji komparasi merupakan uji yang digunakan untuk mengetahui perbandingan atau perbedaan dari kelompok sampel. Sedangkan uji asosiatif merupakan uji untuk mengetahui ada dan tidaknya hubungan, estimasi, dll. Uji statistik hanyalah tool/alat untuk menghitung. Jadi, gunakan tool yang tepat untuk menguji data yang tepat.
Showing posts with label Penelitian. Show all posts
Showing posts with label Penelitian. Show all posts
Friday, 8 February 2013
Jenis Uji Statistik Parametrik
Saturday, 12 January 2013
Persyaratan Menentukan Teknik Analisis Statistik
Sebelum peneliti mulai melakukan analisis data, ada hal yang penting sekali untuk dipenuhi, tetapi sering dilupakan/diabaikan oleh peneliti. Hal penting itu adalah memperhatikan data yang akan diolah. Ini perlu dilakukan agar hasil dari penelitian lebih baik. Pemilihan teknik analisis data interval ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain penyebaran datanya.
Penyebaran data adalah bagaimana data tersebut tersebar antara nilai paling tinggi dengan nilai paling rendah, serta variabilitas di dalamnya. Apabila data yang dianalisis berbentuk sebaran normal maka peneliti boleh menggunakan teknik statistik parametrik. Bila data yang diolah tidak menunjukkan sebaran normal maka peneliti harus menggunakan statistik non-parametrik. Sehingga pengujian normalitas sampel itu harus dilakukan. Itulah sebabnya untuk teknik-teknik tertentu, persyaratan normalitas data tersebut harus diperiksa terlebih dahulu untuk mengecek apakah data sudah memenuhi peryaratan yang dimaksud.
Selain persyaratan normalitas, juga diperlukan persyaratan homogenitas. Sampel-sampel yang berasal dari satu populasi dan diperkirakan sama, belum tentu keadaannya benar-benar sama. Apabila dua atau lebih sampel diperiksa dengan teknik tertentu dan menghasilkan hasil data yang homogen, maka dapat dikatakan bahwa sampel-sampel itu berasal dari populasi yang sama (keadaannya benar-benar sama).
Itulah syarat yang dibutuhkan sebelum menentukan teknik analisis data, harus diperhatikan dulu sebaran datanya, normal apa nggak.. Kalo normal pake teknik statistik parametrik, kalo gag normal pake aalisis statistik non-parametrik. Semoga tulisan ini bisa membantu anda....
Sumber: Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Penyebaran data adalah bagaimana data tersebut tersebar antara nilai paling tinggi dengan nilai paling rendah, serta variabilitas di dalamnya. Apabila data yang dianalisis berbentuk sebaran normal maka peneliti boleh menggunakan teknik statistik parametrik. Bila data yang diolah tidak menunjukkan sebaran normal maka peneliti harus menggunakan statistik non-parametrik. Sehingga pengujian normalitas sampel itu harus dilakukan. Itulah sebabnya untuk teknik-teknik tertentu, persyaratan normalitas data tersebut harus diperiksa terlebih dahulu untuk mengecek apakah data sudah memenuhi peryaratan yang dimaksud.
Selain persyaratan normalitas, juga diperlukan persyaratan homogenitas. Sampel-sampel yang berasal dari satu populasi dan diperkirakan sama, belum tentu keadaannya benar-benar sama. Apabila dua atau lebih sampel diperiksa dengan teknik tertentu dan menghasilkan hasil data yang homogen, maka dapat dikatakan bahwa sampel-sampel itu berasal dari populasi yang sama (keadaannya benar-benar sama).
Itulah syarat yang dibutuhkan sebelum menentukan teknik analisis data, harus diperhatikan dulu sebaran datanya, normal apa nggak.. Kalo normal pake teknik statistik parametrik, kalo gag normal pake aalisis statistik non-parametrik. Semoga tulisan ini bisa membantu anda....
Sumber: Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Saturday, 17 March 2012
Mencari Teknik Reliabilitas Instrumen yang Tepat
Reliabel: dapat dipercaya, dapat diandalkan
Menurut Arikunto (2006: 178), reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang baik tidak dapat mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tetentu. Bila datanya benar sesuai dengan kenyataan, maka berapa kali pun data diambil akan diperoleh hasil yang sama.
Istrumen yang reliabel mempunyai arti bahwa instrumen tersebut cukup baik sehingga mampu mengungkap data yang bisa dipercaya. Bila peneliti sudah mengerti maksud dari pengertian ini, maka menentukan teknik mencari reliabilitas instrumen ini tidaklah sulit.
Secara garis besar ada 2 jenis reliabilitas, yaitu reliabilitas external dan reliabilitas internal (arikunto, 2006:179). 2 Jenis reliabilitas ini menunjuk pada cara-cara menguji tingkat reliabilitas instrumen. Jika ukurannya berada di luar instrumen, dari hasil pengujian ini diperoleh reliabilitas external. Bila perhitungan dilakukan berdasarkan data dari instrumen tersebut, maka menghasilkan reliabilitas internal.
Menurut Arikunto (2006: 178), reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang baik tidak dapat mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tetentu. Bila datanya benar sesuai dengan kenyataan, maka berapa kali pun data diambil akan diperoleh hasil yang sama.Istrumen yang reliabel mempunyai arti bahwa instrumen tersebut cukup baik sehingga mampu mengungkap data yang bisa dipercaya. Bila peneliti sudah mengerti maksud dari pengertian ini, maka menentukan teknik mencari reliabilitas instrumen ini tidaklah sulit.
Secara garis besar ada 2 jenis reliabilitas, yaitu reliabilitas external dan reliabilitas internal (arikunto, 2006:179). 2 Jenis reliabilitas ini menunjuk pada cara-cara menguji tingkat reliabilitas instrumen. Jika ukurannya berada di luar instrumen, dari hasil pengujian ini diperoleh reliabilitas external. Bila perhitungan dilakukan berdasarkan data dari instrumen tersebut, maka menghasilkan reliabilitas internal.
Saturday, 10 March 2012
Persyaratan Teknik Pengujian Reliabilitas Instrumen dengan Metode Belah Dua
Mencari nilai reliabilitas instrumen menggunakan berbagai teknik belah dua sangat digemari oleh peneliti. Di antara teknik-teknik mencari nilai reliabilitas instrumen, yang menggunakan metode belah dua dalam perhitungannya adalah menggunakan rumus Spearman-Brown (belah ganjil-genap atau awal-akhir), rumus Flanagan (belah dua ganjil-genap), dan rumus Rulon (belah awal-akhir). Kesalahan umum yang sering dilakukan oleh mahasiswa adalah penggunaan teknik pengujian reliabilitas instrumen belah dua tanpa mengingat atau mempertimbangkan persyaratan yang harus dipenuhi.
Paling tidak ada dua persyaratan utama yang harus dipenuhi untuk menggunakan teknik pengujian reliabilitas instrumen belah dua, yaitu:
Itulah persyaratan yang harus terpenuhi sebelum kita melakukan pengujian reliabilitas istrumen menggunakan teknik belah dua. Jadi pikirkan terlebih dahulu langkah apa yang harus di ambil sebelum menentukan teknik pengujian reliabilitas instrumen.
Sumber: Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Paling tidak ada dua persyaratan utama yang harus dipenuhi untuk menggunakan teknik pengujian reliabilitas instrumen belah dua, yaitu:
- Banyaknya butir pertanyaan atau butir soaldalam instrumen harus genap agar dapat dibelah.
- Antara belahan pertama dengan belahan kedua harus seimbang.
Itulah persyaratan yang harus terpenuhi sebelum kita melakukan pengujian reliabilitas istrumen menggunakan teknik belah dua. Jadi pikirkan terlebih dahulu langkah apa yang harus di ambil sebelum menentukan teknik pengujian reliabilitas instrumen.
Sumber: Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Monday, 23 January 2012
Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah pencatatan peristiwa-peristiwa atau hal-hal atau keterangan-keterangan atau karakteristik-karakteristik, sebagian atau seluruh elemen populasi yang akan menunjang atau mendukung penelitian (Hasan Iqbal, 2002: 83).
Berdasarkan caranya, dikenal beberapa cara pengumpulan data, sebagai berikut.
Macam-macam teknik pengumpulan data di atas dirujuk dari buku karangan Ir. M. Iqbal Hasan, M.M. dengan judul Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya.
Sumber:
Hasan, Iqbal. 2002. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Ghalia Indonesia: Jakarta
Berdasarkan caranya, dikenal beberapa cara pengumpulan data, sebagai berikut.
- Angket (Kuesioner)
- Wawancara
- Observasi
- Studi Dokumentasi
- Analisis Isi
ANGKET (KUESIONER)
Angket adalah teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi oleh responden.WAWANCARA
Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan langsung oleh pewawancara kepada responden, dan jawaban-jawaban responden dicatat atau direkam.OBSERVASI
Observasi adalah pemilihan, pengubahan, pencatatan dan pengodean serangkaian perilaku dan suasana yang berkenaan dengan organisme in situ, sesuai dengan tujuan-tujuan empiris.STUDI DOKUMENTASI
Studi dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan pada subyek penelitian, namun melalui dokumen. Dokumen yang digunakan dapat berupa buku harian, surat pribadi, laporan, notulen rapat, catatan kasus dalam pekerjaan sosial dan dokumen lainnya.ANALISIS ISI
Analisis ini adalah studi tentang arti verbal. Analisis ini digunakan untuk memperoleh keterangan dari isi yang disampaikan dalam bentuk lambang. Analisis isi dapat digunakan untuk menganalisis semua bentuk, seperti surat kabar, buku, puisi, lagu, cerita rakyat, lukisan, pidato, peraturan, undang-undang, musik, teater.Macam-macam teknik pengumpulan data di atas dirujuk dari buku karangan Ir. M. Iqbal Hasan, M.M. dengan judul Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya.
Sumber:
Hasan, Iqbal. 2002. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Ghalia Indonesia: Jakarta
Subscribe to:
Posts (Atom)